Made by 100% Passion

 

D’licious yang dikenal juga sebagai TokoPuding.Com atau @tokopuding di berbagai media sosial, sejak 2011 lahir dengan sebuah kesederhanaan konsep dan kerinduan untuk menghadirkan berbagai varian produk Puding dan Dessert yang Sehat, Variatif, Unik, Elegant, dan Kaya akan Rasa.

Kami menggunakan bahan-bahan baku yang tidak asal murah, tetapi benar-benar alami dan berkualitas. Tidak menggunakan tambahan pengawet, perasa/pewarna, maupun bahan-bahan kimia/ sintetis lainnya.

Diracik dengan takaran yang “tidak berhemat” sampai menghasilkan suatu rasa yang pas dan istimewa … Made by 100% passion !

 

We Know About Pudding

 

ASAL MUASAL PUDING

haggis, sejarah puding
haggis – asal muasal puding

Saat ini puding dikenal sebagai hidangan dessert yang manis dan bertekstur creamy. Padahal menurut catatan sejarah makanan, puding pertama yang dibuat oleh koki kuno menghasilkan makanan mirip sosis dengan cita rasa gurih.

Lalu dari mana puding berasal? Bagaimana istilah puding bergeser dari hidangan gurih menjadi hidangan manis? Seperti dikutip dari Food Timeline (08/11/2013), Inggris mengakui puding sebagai salah satu warisan kuliner negeri mereka.

Pada abad ke-17, puding di Inggris terdiri dari dua rasa, yaitu gurih karena terbuat dari daging dan manis karena terbuat dari tepung, kacang, dan gula. Kedua puding ini biasanya direbus dalam tas puding khusus.

Haggis adalah salah satu contoh puding gurih karena terbuat dari jantung, hati, dan paru-paru domba yang dicampur dengan bawang bombay, oatmeal, lemak, aneka rempah, dan garam. Secara tradisonal, Haggis dibungkus dalam perut hewan dan kemudian direbus selama tiga jam.

Pada sekitar abad ke-18, puding di Inggris tidak lagi terbuat dari daging. Dan pada abad ke-19 puding masih dibuat dengan cara direbus, namun hasil akhirnya lebih mirip cake. Pada saat itu, puding disajikan secara tradisonal pada perayaan Natal. Puding plum atau Christmas pudding salah satu contohnya.

Puding yang dikenal sekarang sebenarnya lebih mirip custard. Sejarah custard dengan puding juga hampir sama kunonya. Meskipun dua jenis hidangan ini berbeda, namun istilah custard dan puding seolah menyatu pada abad ke-19 di Amerika.

Custard sendiri merujuk pada hidangan Romawi Kuno yang dibuat dengan telur. Bangsa Romawi Kuno memang ahli dalam menciptakan beberapa hidangan berbasis telur, seperti omelet atau crustades.

Ahli sejarah makanan umumnya sepakat bahwa custard yang dikenal seperti puding saat ini diciptakan sejak abad pertengahan. Pada saat itu custard bisa dimakan langsung atau digunakan sebagai isian pie, kue tart, atau roti.

Kemungkinan besar, flan adalah custard atau puding yang paling terkenal dan banyak diadaptasi di seluruh dunia. Hidangan asal Inggris ini dibuat dari sponge cake berbentuk bulat yang diberi isian manis atau gurih. Di Spanyol dan Prancis, flan dikenal dengan nama creme caramel yang terasa manis karena lapisan karamel lembut di atasnya.

Mulai abad 19 dikenal beragam puding dengan paduan custard, biskuit, dan cake atau bolu dan buah-buahan. Dan setelah dikenal gelatin, jelly, dan agar-agar, puding mulai disajikan dalam keadaan dingin dengan beragam jenis saus.

 

Varian puding dingin ini disajikan sebagai dessert dengan variasi yang tak terbatas.

Puding dingin adalah salah satu hidangan yang paling pas untuk dijadikan hidangan penutup.

Camilan manis ini memiliki tekstur khas, yakni garing atau kenyal namun lembut.

Anak-anak sampai orang tua menyukainya karena mudah dicerna.

 

Lantas, dari mana tekstur puding dingin berasal ?  Inilah Bahan – Bahan Baku Populer untuk membuat puding dingin:

  • Agar-agar

Agar-agar yang  juga disebut kanten biasanya berasal dari salah satu spesies alga merah, yakni Gelidium amansii ( gracilaria sp atau gelidium sp ). Agar-agar sering disebut sebagai alternatif alami gelatin dari tumbuhan. Warnanya putih dan semi bening.

Agar-agar biasanya dijual dalam bentuk bubuk, meski ada juga bentuk batangan atau strip. Jenis batang ini harus direndam dalam air hingga lunak baru kemudian dimasak dengan bahan lainnya. Agar-agar dijual dalam beragam merek. Selain yang polos ada juga yang diberi warna dan rasa.

Jika dibuat puding, agar-agar menghasilkan tekstur garing. Agar-agar serbaguna karena dapat dibuat menjadi dessert tanpa susu, dengan susu, sebagai lapisan bolu lapis, maupun dipotong bentuk dadu dan ditambahkan ke es campur.

  • Gelatin

Gelatin adalah kolagen yang diekstrak dari kulit, tulang, atau jaringan ikat hewan seperti sapi, ayam, babi, atau ikan. Bahan pengental ini tak berwarna, bening, tanpa rasa, dan rapuh saat kering.

Hidangan pencuci mulut yang terbuat dari gelatin bertekstur lembut seperti panna cotta. Gelatin biasanya dijual dalam bentuk lembaran atau bubuk.

  • Jelly

Jelly diperoleh dari umbi tanaman Amorphophallus konjac. Untuk membuat puding dingin, biasanya digunakan bubuk konjac yang berwarna putih pucat. Seperti agar-agar, jelly juga bisa dijadikan pengganti gelatin untuk vegan.

Jelly siap olah dijual dalam beragam rasa buah. Produk ini di dalamnya juga digunakan carrageenan dari rumput laut. Teksturnya kenyal, sehingga biasanya tidak disajikan seloyang untuk diiris-iris. Jelly siap makan dijual dalam porsi individual dan mungil seperti cup sekali suap atau cup ukuran sedang.

 

Dan ternyata Puding bukan hanya bisa enak di mata dan enak di lidah saja.

Jika diolah dengan benar dan menggunakan bahan-bahan pendukung yang sehat,

Puding memiliki BANYAK manfaat penting bagi kesehatan kita.

 

Banyak penelitian yang membuktikan bahwa rumput laut ( bahan dasar agar-agar/ jelly ) adalah bahan pangan berkhasiat, berikut beberapa diantaranya:

Antikanker Penelitian Harvard School of Public Health di Amerika mengungkap, wanita premenopause di Jepang berpeluang tiga kali lebih kecil terkena kanker payudara dibandingkan wanita Amerika. Hal ini disebabkan pola makan wanita Jepang yang selalu menambahkan rumput laut di dalam menu mereka

Antioksidan, Klorofil pada gangang laut hijau dapat berfungsi sebagai antioksidan. Zat ini membantu membersihkan tubuh dari reaksi radikal bebas yang sangat berbahaya bagi tubuh.

Mencegah Kardiovaskular Para Ilmuwan Jepang mengungkap, ekstrak rumput laut dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Bagi pengidap stroke, mengkonsumsi rumput laut juga sangat dianjurkan karena dapat menyerap kelebihan garam pada tubuh.

Makanan Diet, Kandungan serat(dietary fiber) pada rumput laut sangat tinggi. Serat ini bersifat mengenyangkan dan memperlancar proses metabolisme tubuh sehingga sangat baik dikonsumsi penderita obesitas. Karbohidratnya juga sukar dicerna sehingga Anda akan merasa kenyang lebih lama tanpa takut kegemukan. Agar-agar adalah makanan penyelamat bagi orang yang bermasalah dengan kegemukan.

Mencegah Gejala Osteoporosis, Rumput laut mengandung kalsium sepuluh kali lebih tinggi dibandingkan dengan susu, sehingga rumput laut sangat tepat dikonsumsi untuk mengurangi dan mencegah gejala osteoporosis.

Mencegah Penyakit Gangguan Pencernaan, Rumput laut juga membantu pengobatan tukak lambung, radang usus besar, susah buang air besar dan gangguan pencernaan lainnya.

Mencegah terjadinya penuaan dini dan menjaga kesehatan dan kehalusan kulit, Kandungan vitamin, mineral, asam amino dan enzym dalam rumput laut sangat potensial sebagai anti oksidan yang berperan dalam penyembuhan dan peremajaan kulit. Vitamin A (beta carotene) dan vitamin C bekerja sama dalam memelihara kolagen, sedangkan kandungan protein dari rumput laut penting untuk membentuk jaringan baru pada kulit.

Mencegah Terjadinya Penurunan Kecerdasan Kandungan iodium pada rumput laut yang sangat tinggi dapat mengatasi defisiensi iodium pada tubuh yang berdampak pada penurunan kecerdasan seseorang.

 

So, gak perlu bingung, takut, ragu-ragu, bimbang, dll …

Mari kita budayakan untuk selalu menyajikan PUDING SEHAT bagi seluruh keluarga kita tercinta !

 

 

Cari PUDING ??? Ya ke TOKOPUDING aja !!!